RSUD Dr. Haryoto

23 Maret 2022   29 kali  
Peringati Hari Sindrom Down International, RSUD dr. Haryoto Gelar Webinar Gangguan Pendengaran
Peringati Hari Sindrom Down International, RSUD dr. Haryoto Gelar Webinar Gangguan Pendengaran

Memperingati Hari Sindrom Down dan Hari Pendengaran Sedunia, Rabu, 23 maret 2022 RSUD dr. Haryoto menyelenggarakan webinar Gangguan Pendengaran Pada Bayi dan Anak dengan Sindrom Down. Dihadiri oleh dokter dan tenaga kesehatan serta peserta didik klinik di RSUD dr. Haryoto.

Selain itu juga mengundang 19 anak dari SDLB Negeri Tompokersan Lumajang, SLB Pelangi Kasih Pasirian, SLB Samala Nerugrasa Lumajang, dan SLB Samala Nerugrasa Tukum.

Sebelum webinar dimulai, anak-anak Sindrom Down yang hadir mendapat edukasi tentang cara membersihkan telinga.

"Menurut penelitian di RSUD dr. Soetomo sebanyak 70 persen anak dengan sindrom down mengalami gangguan pendengaran. Mulai dari derajat ringan, sedang, berat sampai sangat berat," jelas Dr.dr. Nyilo Purnami Sp.THTKL (K) FICS.FISCM dari Departemen/SMF Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher FK Universita Airlangga-RSUD dr. Soetomo Surabaya.

Dr. Nyilo menambahkan bahwa penyandang sindrom down memang lebih rentan mengalami gangguan pendengaran. Paling banyak adalah gangguan derajat ringan dan sedang. Gangguan ini dapat menyebabkan gangguan belajar.

Gangguan pendengaran dapat terjadi karena ukuran pinna kecil, panjang telinga 2 standar deviasi di bawah normal, limitasi lokalisasi bunyi, liang telinga luar sempit atau buntu, diameter liang telinga lebih kecil, 40-50% stenosis KAE, impaksi serumen lebuh mudah terjadi.

Gangguan pendengaran ini mengakibatkan keterlambatan bicara pada anak penderita sindrom down. 

Itu sebabnya perlu dilakukan deteksi dini gangguan pendengaran agar dapat segera dilakukan pengobatan. Jika tidak dapat menimbulkan masalah sosioekonomi anak dan keluarga.